OPINI

SUNGAI BUKAN TEMPAT MEMBUANG SAMPAH, MELAINKAN SUMBER KEHIDUPAN YANG HARUS KITA JAGA

Oleh : Dr. Eka Apriyanti, M.Pd
(Dosen Univesitas Negeri Makassar)

Jumat, 6 Juni 2026

Sungai merupakan sumber kehidupan yang memiliki peran penting bagi manusia dan lingkungan. Selain menjadi sumber air, sungai juga berfungsi sebagai habitat berbagai makhluk hidup serta penopang keseimbangan ekosistem. Namun, di berbagai daerah di Indonesia, sungai justru sering diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah. Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai masih menjadi persoalan serius yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Fenomena ini bukan sekadar masalah kebersihan lingkungan, melainkan juga mencerminkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam. Tidak sedikit orang yang menganggap sungai sebagai tempat yang praktis untuk membuang sampah karena arus air dianggap mampu membawa limbah tersebut pergi dari lingkungan sekitar mereka. Padahal, sampah yang dibuang ke sungai tidak benar-benar hilang, melainkan berpindah dan menimbulkan masalah di tempat lain.

Dampak dari perilaku membuang sampah ke sungai sangatlah besar. Tumpukan sampah dapat menyumbat aliran air dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim hujan. Selain itu, sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menumpuk akan mencemari kualitas air, mengancam kehidupan biota sungai, serta menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Dalam jangka panjang, pencemaran sungai juga dapat berdampak pada kesehatan manusia karena air yang tercemar berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit.

Perilaku tersebut tidak muncul begitu saja. Berbagai faktor turut memengaruhinya, seperti kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, minimnya edukasi lingkungan, hingga kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di beberapa wilayah, masih ditemukan masyarakat yang sejak lama terbiasa membuang sampah ke sungai karena belum tersedia sistem pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, kebiasaan tersebut dianggap sebagai hal yang wajar.

Mengubah perilaku masyarakat tentu tidak dapat dilakukan hanya melalui imbauan sesaat. Diperlukan pendekatan yang berkelanjutan melalui pendidikan lingkungan sejak usia dini, kampanye publik yang konsisten, serta penegakan aturan yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan. Sekolah, keluarga, pemerintah, dan komunitas harus berkolaborasi untuk membangun budaya peduli lingkungan. Kesadaran bahwa sungai bukan tempat sampah harus ditanamkan secara terus-menerus agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Pemerintah daerah perlu menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat. Keberadaan tempat pembuangan sampah, sistem pengangkutan yang teratur, serta program daur ulang dapat menjadi solusi untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah ke sungai. Di sisi lain, komunitas lingkungan juga memiliki peran penting dalam menggerakkan aksi bersih sungai dan mengedukasi masyarakat tentang dampak pencemaran.

Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, sementara sungai yang tercemar akan menjadi sumber masalah yang merugikan banyak pihak. Sudah saatnya masyarakat meninggalkan kebiasaan membuang sampah ke sungai dan mulai membangun budaya yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Masa depan lingkungan yang sehat bergantung pada keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini