Cegah Penyakit Menular dari Lingkungan, Tim Pengabdian Edukasi Masyarakat Kecamatan Tamalate

Tamalate, 25 Agustus 2026 — Lingkungan yang bersih bukan sekadar menciptakan suasana nyaman, tetapi juga menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah berbagai penyakit menular. Kesadaran inilah yang menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Edukasi Pengelolaan Lingkungan yang Mendukung Pencegahan Penyakit Menular akibat Lingkungan yang dilaksanakan di Kecamatan Tamalate, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan 20 orang peserta dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi masyarakat untuk memahami bahwa kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, sanitasi yang buruk, genangan air, serta rendahnya kebersihan lingkungan dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko muncul dan menyebarnya penyakit menular.
Tim pelaksana menekankan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak selalu harus dimulai dari fasilitas kesehatan. Perubahan dapat dimulai dari lingkungan rumah dan komunitas, melalui kebiasaan sederhana seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, mengidentifikasi persoalan lingkungan yang mereka temui sehari-hari, serta mencari solusi yang dapat diterapkan secara bersama-sama. Pendekatan ini membuat proses edukasi lebih kontekstual karena permasalahan yang dibahas berasal dari kondisi lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Materi yang diberikan mencakup keterkaitan lingkungan dengan penyakit menular, pengelolaan sampah rumah tangga, sanitasi lingkungan, pencegahan genangan air, kebersihan lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan literasi kesehatan agar masyarakat mampu mengenali faktor risiko penyakit dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini.
Prof. Dr. Gufran D Dirawan, M.EMD selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan harus dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis dalam memutus berbagai faktor risiko penyakit yang berasal dari lingkungan.
Sementara itu, Prof. Dr. Mithen, MT, Prof. Dr. Erma Suryani Sahabuddin, M.Pd dan Doktor Abdul Gafur, SKM.,M.Kes turut memperkuat aspek edukasi dalam kegiatan tersebut dengan mendorong masyarakat agar menjadikan pengetahuan tentang lingkungan dan kesehatan sebagai dasar dalam membangun kebiasaan hidup sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga tumbuh kesadaran dan kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan komunitas diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman sekaligus menurunkan risiko penyakit menular berbasis lingkungan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat melalui edukasi kesehatan dan lingkungan. Pesan utama yang dibawa sederhana: mencegah penyakit dapat dimulai dari menjaga lingkungan, dan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama